Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

mobil bekas

Hati-hati, Biasanya Transmisi Mobil Matik Jebol di Kilometer Segini, Ini Ragam Masalahnya

ARSN,Iday - Selasa, 18 Januari 2022 | 17:10 WIB
Ilustrasi mobil matik
Ine
Ilustrasi mobil matik

Otoseken.id - Awas, biasanya transmisi mobil matik jebol di kilometer segini. Simak ragam masalahnya dan solusinya.

Informasi dari bengkel spesialis ini bisa jadi pedoman buat pemilik mobil automatic atau kalian yang berniat meminang mobil bekas matik.

Pasalnya pada kondisi tertentu, mesin mobil juga akan mengalami kelelahan yang akhirnya membuat komponen di mesin dan transmisi mengalami kerusakan.

Jangan sampai beli mobil murah, tapi akhirnya banyak keluar uang untuk melakukan perbaikan.

"Penyebabnya karena umur, sudah faktor usia," terang Suprianto dari bengkel transmisi Rizki Auto di Cakung, Jakarta Timur. 

Pria ramah yang akrab disapa Mas Ucup ini merinci beberapa kerusakan yang kerap terjadi.

"Mobil Jepang rata-rata problem saat dingin enggak mau jalan, kadang enggak mau mundur, atau pindah giginya kasar," terangnya. 

"Tuas tongkat sudah masuk mobil enggak mau jalan, harus overhaul, biasa rusak sil-silnya, udah mulai keras, hidrolik enggak bisa ngepress kopling, jadi perlu ganti sil-sil," tuturnya.

"Seperti di Harrier, Camry, Alphard 2008 ke bawah yang masih model hidorolik biasa," paparnya.

Baca Juga: Derek Mobil Matik Ada Caranya, Salah Bisa Bikin Jebol Transmisi, Nih Tekniknya

Kalau terjadi, itu termasuk problem berat, mobil sudah pasti menginap di bengkel.

Sementara problem yang tergolong ringan yakni ganti sensor input output, sensor selenoid.

Sensor solenoid adalah komponen penting dalam pengaturan perpindahan gigi, sehingga naik turun gigi berlangsung dengan smooth. Kalau yang ini, perbaikan cukup sehari saja.

"Cirinya, ada keluhan stucked di 3, tenaga berat, di antara solenoid ada yang mati salah satu," terang Mas Ucup. 

Lalu kapan biasanya kerusakan-kerusakan ini muncul dan berapa biaya perbaikan yang harus dikeluarkan?

Adapun perbaikan kerusakan ringan biayanya disebut Mas Ucup, maksimal Rp 4 juta. 

Itu untuk mobil sekelas Alphard. Sedangkan biaya minimal ganti sensor input dan ouput Rp 2 jutaan. Lalu untuk penggantian solenoid Rp 2,5 juta. Tapi ini jarang sekali terjadi.

"Itu komponen baru, sensor enggak ada KW semua orisinal," ujarnya.

Lalu masalah berat jelas harus menyediakan budget lebih dari itu.

Baca Juga: Pemilik Mobil Matik Wajib Tahu, Ini Penyebab Tarikan Mobil Terasa Agak Ngelag

"Biasa mencapai kilometer maksimal 150 ribu," terang Mas Ucup mengenai jarak tempuh rata-rata mobil matik mulai kena masalah yang dijumpai di bengkelnya. 

Nah, oleh karena itu konsumen mobil bekas harus ekstra hati-hati. Sebab, berbeda dari transmisi manual yang relatif minim masalah. 

Editor : ARSN

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id




KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa