Sementara pada busi NGK yang menganut alur V 90º pada elektroda pusat, fungsi alur V itu untuk mengarahkan percikan listrik ke pinggir aleketroda.
Percikan api ini kemudian menjalar dan merambat jauh dari busi, sehingga makin meningkatkan penyebaran nyala api saat proses pembakaran.
Sasaran yang dituju keduanya sama, yakni menyempurnakan pembakaran, sehingga performa mesin lebih optimal dan efisien.
Baca Juga : Fungsi Engine Mounting Pada Mobil Seken, Ibarat Bantal Buat Bobo
MASA PENGGANTIAN BUSI
Masa penggantian busi
Perlu diketahui terlebih dulu, tugas busi adalah menghasilkan percikan listrik di ruang bakar.
“Bukan api loh, tapi percikan listrik,” jelas Diko.
Masih kata Diko, kerja busi ini akan terjaga kemampuannya, bila 3 elemen terpenuhi.
Tiga elemen yang dimaksud yaitu pencampuran bahan bakar dengan udara terjadi secara ideal (good air fuel mixture), timing kerja busi dalam menghasilkan kualitas percikan listrik berlangsung tepat (good spark), serta ruang bakar dalam kondisi sehat (kompresi baik).
Baca Juga : Pahami Betul Konstruksi dan Kode Bohlam Biar Nggak Salah Pasang
Dengan kata lain, bila 3 elemen tadi terpenuhi, akan menghasilkan pembakaran optimal (good combusition).
Sehingga performa mesin bakal berada dalam kondisi puncak.