Otoseken.id - Nissan X-Trail saat pertama kali masuk ke Indonesia tahun 2001 masih dalam bentuk Completely Built Up (CBU).
Nissan X-Trail menjadi rival sejati Honda CR-V ini yang sama-sama menanamkan mesin 2.000 cc, mesin X-Trail mampu menghasilkan tenaga 147 dk.
Sementara untuk Nissan X-trail CKD mengalami perubahan dengan mengganti setang piston dan kruk-as sehingga kapasitas mesin bertambah 500 cc menjadi 2.500 cc.
Alhasil, tenaga 180 dk dapat dihasilkan dengan mudah dan menjadikan X-Trail sebagai SUV terkuat di kelasnya.
Apalagi Nissan X-Trail memiliki bantingan suspensi yang lembut sehingga terasa nyaman saat mengendarai SUV Kompak ini.
Ilustrasi Nissan X-Trail 2005-2006
(Baca Juga: Nissan X-Trail Generasi Awal, Masih Layak Dibeli di tahun 2019?)
Namun sebelum memburu Nissan X-trail bekas, ada beberapa point yang harus diperhatikan.
Pertama di sektor mesin, dapur pacu mesin X-Trail berkode QR25 memang tergolong tangguh, namun mesin yang sudah berumur lebih dari 10 tahun bukan berarti tak perlu diperhatikan.
Kondisi kabel dan soket X-Trail wajib mendapat perhatian. Pasalnya ECU sangat sensitif terhadap gangguan kelistrikan.
Nah, tak ada salahnya untuk memperhatikan kondisi komponen-komponen ini ya sob.
Kemudian perhatikan bagian AC, Meski microfilter bukan peranti standar pada Nissan X-Trail, tak ada salahnya agar Anda menanyakan untuk memastikan mobil tersebut menggunakannya atau tidak.
Fungsi utama komponen ini adalah penyaring debu, asap rokok dan pengusir bau di kabin. Bila sudah kotor, microfilter perlu dibersihkan atau diganti.