Ternyata Begini Risko Bensin Oktan Rendah ke Busi Mobil Bekas, Pemilik Wajib Tahu

ARSN,Ryan Fasha - Selasa, 6 September 2022 | 11:22 WIB

Busi Iridium Toyota New Avanza 2021 (ARSN,Ryan Fasha - )

Padahal oleh pabrikan pembuatnya mobil tersebut direkomendasikan pakai oktan di atas 90.

Ternyata memakai bahan bakar dengan oktan yang lebih rendah dari rekomendasi pabrik bisa berdampak pada busi mobil.

"Busi yang menjadi awal proses pembakaran bisa terkena dampak jika pakai bbm oktan rendah," buka Davin dari bengkel Elika Automotive Performance di Bursa Otomotif Sunter (BOS), Jakarta Utara.

"Pada jangka panjang, busi akan mengalami penumpukan kerak karbon," tambahnya.

Ryan/GridOto.com
elektroda inti busi iridium bisa pecah

Kerak karbon yang menumpuk ini diakibatkan proses pembakaran yang kurang baik.

Alhasil, busi menjadi korban dengan ditumpuki kerak karbon tersebut.

"Bisa dilihat pada bagian elektroda biasanya akan kotor bahkan rusak," jelas Davin.

"Bahkan pada beberapa kasus, busi dengan elektroda seperti platinum atau iridium bisa mengalami kerusakan lebih cepat," terangnya.

Kemampuan busi yang menurun membuat kita harus mengganti busi lebih cepat.

Begitu juga dengan konsumsi bbm yang bisa jadi lebih boros akibat penggunaan bbm oktan rendah karena busi yang sudah tidak maksimal.

Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Dia Ciri-ciri Busi Mobil Sudah Tidak Layak Pakai