Baru Tahu, 3 Faktor Penyebab Penjualan Mobil LCGC Menurun dari Petinggi Toyota

Konten Grid - Rabu, 22 April 2026 | 16:20 WIB

Penyebab penjualan mobil LCGC menurun.

Otoseken.id - Dalam beberapa tahun terakhir mobil Low Cost Green Car (LCGC) sempat menjadi tren.

Dan sejumlah pabrikan mobil pun turut hadirkan line up mobil LCGC di pasar Tanah Air.

Namun secara penjualan mobil murah ramah lingkungan mulai terlihat menurun.

Penurunan penjualan itu dialami Toyota pada tahun 2018.

Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto pada saat itu pun memprediksi pasar LCGC akan semakin menurun.

Bahkan di tahun 2018 lalu saja selisih angka penurunan penjualan mencapai 10 ribu hingga 15 ribu.

Dibanding tahun sebelumnya yaitu 2017.

Baca Juga: LCGC Bekas Murah Buat Harian, Harga Toyota Agya 1.0 2016-2018 Cuma Segini

Fransiscus Soerjopranoto menyebutkan ada 3 faktor yang menyebabkan turunya pasar LCGC.

Pertama pasar low MPV semakin berkembang, sehingga orang terimingi untuk mengupgrade mobilnya.

"Jadi orang itu terimingi untuk mengupgrade. Karena apa, tadi tambahan beberapa puluh juta lalu dikreditkan itu selesai, dia nambah Rp 500 ribu sampai 1 jutaan setiap bulan tapi modelnya lebih baru, dan kesannya enggak murahan, harga terjangkau," ujar Soerjo, dikutip dari GridOto.com.

Faktor kedua berkembang pesatnya pasar kendaraan premium di Indonesia.

"Yang tadinya enggak terpikirkan segmen premium, sekarang ATPM mobil itu semua masuknya ke premium rata-rata," jelasnya.

Yang ketiga semakin membaiknya transportasi publik, seperti adanya LRT dan transportasi online lainnya.

Baca Juga: Mulai Rp 75 Jutaan Bisa Dapat Honda Brio Satya Tahun Segini, LCGC Irit dan Bandel 

"Jika transportasi publik semakin bagus, orang makin enggak perlu beli mobil ramah lingkungan harga terjangkau," ungkapnya.

"Harga terjangkaunya itu orang jadi enggak peduli, dengan naik tranportasi online dia enggak perlu lahan parkir, enggak butuh biaya maintenance, dan pakainya hanya sekali-sekali," ucapnya.

YANG LAINNYA