Otoseken.id - Saat mobil terendam banjir, risiko kerusakan pada mesin, dan elektrikal tentu menghantui pikiran pemilik mobil.
Bukan hanya itu, transmisi matik yang terendam banjir juga lebih berisiko timbul kerusakan karena adanya komponen elektrikal.
Cara paling mudah mengetahui oli transmisi yang terkontaminasi dengan air atau tidak adalah dengan mengecek dipstick oli transmisi.
Perhatikan kualitas oli dan warna oli, jika warna oli berwarna putih, dan daya lumas oli seperti air, maka Anda diharuskan untuk mengganti oli.
/photo/2019/10/22/337042207.png)
(Baca Juga: Ternyata Rem Mobil Tromol Lebih Berdampak Buruk Pasca Terendam Banjir)
Namun untuk mengembalikan performa transmisi matik yang menghasilkan, Ada baiknya Anda menguras atau flushing oli transmisi.
"Mengganti oli sama kuras oli berbeda, kalau ganti oli transmisi merupakan perawatan rutin, biasanya setiap 40 ribu sampai 80 ribu kilometer, tapi kalau oli yang sudah tercampur air akibat banjir, disarankan untuk flushing biar hasilnya maksimal," kata Apuy dari Bengkel Spesialis Matic, Sakira Abadi di Tangerang.
"Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi air di dalam transmisi matik." lanjut pria yang disapa Apuy.
Proses ganti oli transmisi hanya menggani oli transmisi di ruang karter atau tempat penggantian oli saja.
/photo/gridoto/2017/10/11/2624336553.jpg)
(Baca Juga: Mobil Kebanjiran, Gardan Terendam, Perlu Ganti Oli? Ini Kata Kepala Bengkel Resmi)
Sementara kuras oli atau flushing adalah proses memuang seluruh oli di sistem transmisi.
Namun untuk melakukan kuras atau flushing oli transmisi tidak sembarangan, harus dilakukan oleh bengkel spesialis dan menggunakan alat ATF Changer.
Selain itu kuras oli (flushing) transmisi matik membutuhkan oli yang lebih banyak, bisa mencapai 7 sampai 12 liter tergantung jenis mobilnya.
Editor | : | ARSN |
KOMENTAR