Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

mobil bekas

Ngabuburit di Rumah, Cek Kondisi Keausan Ban Mobil Bekas, Ini Jurusnya

ARSN,Radityo Herdianto - Rabu, 29 April 2020 | 17:20 WIB
Tanda Segitiga Dinding Ban Sebagai Petunjuk Lokasi Tread Wear Indicator (TWI)
Radityo Herdianto / GridOto.com
Tanda Segitiga Dinding Ban Sebagai Petunjuk Lokasi Tread Wear Indicator (TWI)

Otoseken.idSambil ngabuburit di rumah, Sobat bisa loh memeriksa kondisi mobil bekas kesayangan.

Seperti, mengecek kondisi tingkat keausan pada ban mobil.

Cukup mudah dan tidak menguras tenaga, begini cara mudah cek ketebalan tapak ban di bulan puasa 2020.

"Patokan utama dilihat dari tread wear indicator (TWI), berupa tonjolan karet yang ada di dalam jalur air tapak ban bagian tengah," buka Dhaniar, Technical Leader Auto2000 Permata Hijau, Jakarta Selatan kepada GridOto.com.

Baca Juga: Beli Mobil Bekas di Hebo Car Bisa di Rumah Saja, Ini Daftar Harganya

Untuk mengetahui posisi TWI berada, Anda juga bisa lihat tanda segitiga di bagian dinding ban dekat pola alur ban.

Bagian atas tonjolan TWI merupakan tanda dari batas ketebalan tapak ban mobil yang diharuskan selama pemakaian.

"Disarankan tebal tapak ban paling mentok 1 mm dari tonjolan TWI, supaya masih ada batas toleransi pemakaian ban sebelum diganti baru," jelas Dhaniar.

Menurut Dhaniar, kalau ketebalan tapak ban sampai menyentuh TWI biasanya pemilik mobil malah jadi cenderung lupa dan merasa masih ada pola alur ban yang dianggap masih bisa dipakai.

Baca Juga: Daftar Terbaru Daihatsu Sirion 2007 Bekas, Hatchback Mungil Rp 60 Jutaan

"Kalau sudah melewati TWI kemampuan menyingkirkan air itu sudah sangat jauh, bisa dikatakan di bawah 50 persen," tekan Dhaniar.

Ini Ciri-ciri Busi Mobil Bekas Wajib Ganti, Dampaknya Boros Bensin!

Foto ilustrasi busi mobil
Foto ilustrasi busi mobil

Otomotifnet.com - Di mobil bekas ada komponen yang namanya busi, tugasnya menghasilkan percikan listrik di ruang bakar.

“Bukan api loh, tapi percikan listrik,” tukas Diko Oktaviano, Technical Support PT NGK Busi Indonesia.

Kerja busi ini, lanjut Diko, akan terjaga kemampuannya bila 3 elemen terpenuhi.

Tiga elemen yang dimaksud yaitu pencampuran bahan bakar dengan udara terjadi secara ideal (good air fuel mixture), timing kerja busi dalam menghasilkan kualitas percikan listrik berlangsung tepat (good spark), serta ruang bakar dalam kondisi sehat (kompresi baik).

Baca Juga: Beli Mobil Bekas di Hebo Car Bisa di Rumah Saja, Ini Daftar Harganya

Dengan kata lain, bila 3 elemen tadi terpenuhi, akan menghasilkan pembakaran yang optimal (good combusition).

Sehingga performa mesin bakal berada dalam kondisi puncaknya.

Sebaliknya, bila ada salah satu saja elemen yang tidak terpenuhi, bisa dipastikan performa mesin akan drop.   

Nah, dalam kondisi semua elemen tadi normal, pemakaian busi itu ada umur pakai efektifnya.

Kalau Anda masih menyimpan buku service manual mobil Anda, di sana sangat jelas tertera kapan kita dianjurkan untuk ganti busi.

Contohnya pada kebanyakan low MPV kayak Suzuki Ertiga, Toyota Avanza – Daihatsu Xenia, Honda Mobilio dan sebagainya, rata-rata dianjurkan mengganti busi setiap 20.000 km, atau setiap dua kali servis rutin (ganti oli dan sebagainya).

Masa penggantian tersebut untuk busi berbahan nickel atau yang tanpa menggunakan logam mulia.

“Tentunya itu berdasarkan riset APM yang bersangkutan, bahwa jarak pemakaian kendaraan segitu lah kinerja mesin masih berada dalam kondisi optimal. Lebih dari itu, akan terjadi penurunan performa,” terang Diko.

Tapi, bila sebelum jarak tempuh tersebut didapati elektroda busi mengalami korosi atau ‘termakan’, “Sangat dianjurkan busi segera diganti,” wanti Diko.

“Parameter penggantian kalau dari NGK ada dua, yaitu pertama jarak pemakaian, kedua tingkat kerusakan elektroda. Tinggal dilihat mana yang tercapai duluan,” jelasnya lagi.

Berbeda bila Anda menggunakan busi dengan material logam mulia seperti platinum atau iridium.

Bahkan pada beberapa merek, ada pula yang menggunakan material perak dan emas.

“Umumnya masa pakai busi bermaterial logam mulia, lebih lama dari yang non logam mulia,” cuap Diko saat ditemui di markas NGK Busi Indonesia di Ciracas, Jakarta Timur.

“Untuk produk NGK yang logam mulia tunggal, sengaja kami tidak cantumkan masa pakainya, karena hasilnya bervariasi,” tuturnya lagi.

“Sebab tingkat kerusakan elektrodanya bisa saja sama dengan busi biasa, atau lebih lama, sedangkan yang logam mulia ganda bisa sampai 100.000 kilometer,” tutupnya.  

Nah, jadi kesimpulannya jangan hanya terpaku pada jarak tempuh saja, kondisi busi sebaiknya juga dicek setiap kali servis rutin.

 

Editor : ARSN
Sumber : GridOto.com

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id




KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa