Purging Mesin Mobil Diesel Tergantung Pemakaian Solar? Ini Penjelasannya

ARSN,Radityo Herdianto - Selasa, 9 Juni 2020 | 20:14 WIB

Ilustrasi Purging Mesin Mobil (ARSN,Radityo Herdianto - )

Otoseken.idSekarang lagi ngetren perawatan mesin diesel dengan istilah purging atau infus mesin.

 

Infus mesin dilakukan dengan menyuntik langsung cairan injector cleaner untuk membersihkan saluran bahan bakar dan injektor.

Namun, perawatan ini disebut-sebut memiliki efek negatif berupa komponen cepat aus, apakah benar?

"Sering purging atau tidak sebenarnya balik lagi ke kualitas bahan bakar diesel yang dipakai secara rutin," ujar Hans Steven, pemilik bengkel Speed'Z Performance Tangerang.

Baca Juga: Suara Mobil Diesel Seken Kasar dan Bunyi 'Tak Tak Tak', Ini Penyebabnya

Menurut Hans, kalau pengguna mobil sering menggunakan bahan bakar diesel dengan cetane number rendah sudah seharusnya rutin purging mesin.

"Karena sulfurnya tinggi dan bisa mengendap di injektor dan saluran bahan bakar, kalau dibiarkan malah bikin mampat dan mesin rusak karena pembakaran mesin terganggu," tegas Hans.

Lanjut Hans, kalau mesin diesel cenderung sehat dan sering pakai bahan bakar kualitas bagus juga tidak dilarang untuk sering purging mesin.

"Baik setiap 20.000 km atau 10.000 km sekali mesin tidak akan rusak, senyawa kimia cairan injector cleaner dibuat untuk mengikis kerak tapi tetap aman untuk packing mesin," tekan Hans.

Yang menjadi masalah bagi Hans adalah ketersediaan bahan bakar diesel kualitas baik yang masih terbatas di beberapa wilayah Indonesia.

"Itulah kenapa preventif yang bisa dilakukan purging mesin secara rutin, sewaktu-waktu kalau terpaksa isi bahan bakar diesel busuk," tutur Hans.

Mobil Diesel Bekas Lemes Tak Bertenaga, Ini Penyebab Dan Solusinya

Dok Otomotif
Permasalahan Seputar Mobil Diesel

Otoseken.id - Mobil diesel seken alias bekas idaman sudah di tangan, tampangnya kinclong segar.

Tapi, kok mesin dieselnya terasa lemas tak bertenaga ya?

Lalu apa yang perlu dilakukan pemilik mobil diesel bekas bermesin lemes?

Ada seperangkat prosedur yang dilakukan untuk memeriksanya.

Baca Juga: Injektor Mobil Diesel Rusak Jangan Langsung Ganti, Masih Bisa Diservis, Segini Biayanya

Theodorus Suryajaya, bos Rev Engineering, bengkel yang biasa menangani mesin diesel dan turbo mengakui banyak menerima mobil konsumen dengan kondisi demikian. 

Ia pun memiliki prosedur pengecekan dan pengembalian performa mesin diesel. 

Pertama diukur dulu performanya lewat mesin dynamometer (dyno).

"Kita ukur dulu power standarnya berapa"

Baca Juga: Cara Mendeteksi Kerusakan Injektor Mobil Diesel, Cukup Lakukan Ini

"Innova kalau di kita standarnya 102-105 dk, begitu kita run, standar powernya cuma 80-85 dk"

"Langsung kita cek boostnya normal enggak"

"Untuk Innova kita udah ada standarnya 0,8 bar, nah ini 0,4 bar?"

Untuk itu ia mengecek map sensor. 

Baca Juga: Suara Mobil Diesel Seken Kasar dan Bunyi 'Tak Tak Tak', Ini Penyebabnya

Di map sensor ini ada filternya. 

"Seperti di Innova, Fortuner. Pertama lihat di filter itu, udah ada leaking oli belum"

"Kalau ada oli kita ganti filter map sensor, pas dicolok (cek) sudah 0,8 bar dan powernya naik"

"Tapi tenaganya kok masih 90-an dk?" ulas Teddy, sapaannya.

Maka ia melanjutkan mengecek gas analyzer, cek air fuel ratio (AFR).

Baca Juga: ECU Rusak, Toyota Innova Diesel Common-rail Diubah jadi Konvensional, Begini Prosesnya

"Kok AFR lean banget. Nah itu biasanya dari injektor ke pompa," terang Teddy sambil bilang kalau dari pompa, cek saluran pakai scan tool.

Dalam proses pengecekan ini, ada namanya target dan actual (kondisi asli).

"Misal dia minta target 1450 mpa, nah ini kok cuma 1250? Berarti kan sekitar 200 mpa di bawah target, pasti ada leaking dari injektor atau pompanya," ulas Teddy.