3 Gejala Transmisi Otomatis Konvensional Mobil Bekas Perlu Diperbaiki

Abdul Aziz Masindo - Jumat, 18 Juni 2021 | 19:40 WIB
Transmisi matik
Salim/GridOto
Transmisi matik

Otoseken.id - Mobil bertransmisi otomatis atau matik banyak diminati terutama di kota-kota besar karena kepraktisannya ketika terjebak di kemacetan.

Dengan transmisi matik, pengemudi tidak perlu lagi memindahkan gigi dan menginjak kopling, sebab tekanan oli di transmisi matik diatur dari hydraulic control unit yang sekaligus untuk mengontrol kopling.

Transmisi matik konvensional perpindahan rasio gigi bertingkat menggunakan gir set yang disusun membentuk planetary gear set.

Nah sebelum membeli mobil bertransmisi matik bekas, sebaiknya ketahui terlebih dahulu gejala transmisi otomatis yang harus diperbaiki agar tidak 'terjeblos'.

Baca Juga: Penyakit Transmisi Matik Konvensional Honda Jazz GE8 Generasi Kedua

 

"Sebenarnya selama pemilik mobil merawat transmisi secara rutin yaitu mengganti oli transmisi secara berkala, dan pemakaian transmisi yang kasar, itu bikin transmisi matik dan di OH," ungkap pria yang di sapa Apuy owner dari spesialis transmisi matik Sakira Abadi Motor Tangerang.

berikut 3 gejala transmisi matik konvensional perlu diperbaiki:

1. Kebocoran oli transmisi

"Yang paling gampang diliat dari kebocoran oli transmisi, kalau oli udah bocor, transmisi jadi enggak optimal," kata Apuy.


Editor : ARSN

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa