Otoseken.id - Untuk sebuah mobil, tujuh tahun waktu yang tak lama untuk melakukan penggantian model.
Rata-rata sedan Jepang hanya berada di pasar selama 4-5 tahun sebelum melakukan full model change.
Lamanya Altis yang merupakan Corolla generasi ke-9 berada di pasar bisa diartikan bahwa mobil ini diterima konsumen dengan sangat baik.
Harus diakui, konsep sedan menengah dengan kabin lega bak sedan besar dan fokus pada kenyamanan membuat Altis memiliki pesona tersendiri jika dibandingkan rival-rivalnya yang masih berciri sportif.
Konsep inilah yang coba dipertahankan pada All New Corolla Altis.
Agaknya Toyota memilih bermain aman.
Baca Juga: Ciri-ciri Electric Power Steering Toyota Corolla Altis Rusak, Simak
/photo/2021/06/03/mesintoyota-corolla-altis-18v-2-20210603114359.jpeg)
Tak ada terobosan konsep di sini, Toyota hanya memoles apa yang sudah ada dan memberikan sejumlah gimmick tambahan agar lebih kompetitif di pasar.
Tampilan misalnya, merupakan bahasa desain Vibrant Clarity yang diterjemahkan sedemikian rupa menjadi mirip Camry dan Vios.
Bahkan, bagian belakang masih terlalu mirip Altis lama.
Biar begitu, penampilan sungguh enak dilihat.
Masuk ke dalam, suasana kabin memancarakan aura lebih modern dan eksklusif dibanding Altis lama, walau tidak seprogresif Honda Civic.
Hal paling menarik adalah tombol-tombol AC berdesain unik dengan memancarkan lampu mirip alis saat diaktifkan.
Baca Juga: Toyota All New Vios 2022 Meluncur, Mending Mana dengan Corolla Altis Bekas?
/photo/2021/06/03/headlamp-toyota-corolla-altis-1-20210603114334.jpeg)
Desain kemudi juga masih serupa Altis lama.
Pada varian V seperti kami tes, tersedia fitur pengaturan jok secara elektrik yang umumnya menjadi standar sedan di kelas lebih tinggi.
Tak sulit mencari posisi duduk nyaman, meski rasanya sedikit tenggelam.
Kelegaan jok belakang juga menjadi prioritas desainer Altis.
Legroom melimpah, bahkan unggul di atas sedan eksekutif Eropa berharga jauh lebih mahal.
Toyota juga tidak mengutakatik mesin 1.800 cc 4 silinder VVT-i bawaan model lama.
Dengan daya sebesar 143 dk dan torsi 187 Nm, jelas lebih dari cukup untuk sekadar mengantar Anda beraktifitas.
Baca Juga: Toyota Great Corolla Bisa Lebih Nyaman Dari LCGC, Tapi Perhatikan Hal Ini
/photo/2021/06/03/dasbor-toyota-corolla-altis-18v-20210603114417.jpeg)
Entakan tenaga lumayan, meski belum mampu membuat adrenalin Anda berdesir.
Dengan tenaga sama dan selisih bobot tipis, kami memprediksi akselerasi 0-100 km/ jam takkan jauh dari angka ditorehkan Altis lama.
Transmisi 5-speed otomatis dengan ECT pun kini memiliki mode perpindahan gigi secara manual.
Sayangnya, responsnya kurang sesuai harapan.
Butuh waktu nyaris 2 detik sebelum gig benar-benar berpindah.
Dibanding Honda Civic, Altis memiliki keunggulan dalam sektor kenyamanan.
Ayunan suspensi terasa lembut, bahkan ketika melibas lubang-lubang besar di sekitar Sunter.
Konsekuensinya, handling tidak setajam Civic, bahkan bodi terasa bergoyang saat ditekuk lumayan ekstrem.
/photo/2021/06/03/cruise-control-toyota-corolla-al-20210603114518.jpeg)
Biar begitu, terasa lebih rigid dan solid dibanding Altis lama.
Fitur kelengkapan pun sangat melimpah. Tersedia park dan corner sensor, rain sensor, light sensor, rear sunshade, CD changer, hingga lampu HID xenon.
Untuk varian V bertransmisi matik bekas ini Altis dijual dengan harga Rp 115 jutaan sampai Rp 120 jutaan tergantung kondisinya.
Baca Juga: Cara Mengatasi Rack Steer Toyota Corolla Altis Gen 2 Timbul Bunyi
Editor | : | optimization |
Sumber | : | Otoseken.id |
KOMENTAR