Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Bikin Ngeri, Ketahui Dua Penyebab Setang Piston Mobil Bengkok

Abdul Aziz Masindo - Minggu, 27 Maret 2022 | 11:57 WIB
Ilutrasi setang piston atau connecting rod bengkok
Abdul Aziz Masindo/otoseken.id
Ilutrasi setang piston atau connecting rod bengkok

Otoseken.id - Pemilik mobil wajib ketahui penyebab setang piston atau istilah lainnya connecting rod yang bengkok, setang piston yang bengkok tentunya harus dilakukan turun mesin (overhaul) dan biayanya sampai jutaan.

Setang piston atau connecting rod merupakan salah satu komponen penting di dalam mesin yang fungsinya sebagai penghubung poros engkol (kruk as) dengan kepala silinder.

Wahidin Jaelani selaku Service Manager Astrido Daihatsu Daan Mogot, Jakarta Barat, mengatakan, ada 2 penyebab connencting rod atau setang piston yang bengkok.

1. Water Hammer

Perbaikan mesin terkena water hammer bisa mencapai puluhan juta rupiah
ryan/gridoto.com
Perbaikan mesin terkena water hammer bisa mencapai puluhan juta rupiah

Water hammer adalah kondisi dimana air masuk ke dalam ruang bakar, biasanya ini terjadi karena musibah banjir atau pengemudi memaksakan menerobos genengan air yang cukup tinggi.

"Biasanya karena musibah banjir atau menerobos banjir yang cukup dalam ya mas, air masuk melalui air intake sehingga mengganggu ruang pembangkaran," kata Wahidin Jaelani, Service Manager Astrido Daihatsu Daan Mogot Jakarta Barat.

Lanjut ia menjelaskan, saat mesin mobil mati mendadak disebabkan oleh air yang masuk kedalam ruang bakar melalui air intake tadi, mesin mendapat tekanan yang besar di ruang silinder oleh piston.

Sehingga setang piston atau connecting rod akan bengkok, akan rusak, selain itu dinding silinder juga akan tergores akibat masuknya faktor eksternal seperti air.

"Ruang bakar itu kan presisi, Ketika air atau kemasukan benda asing, jadi mesin itu bukan hanya mengompresi udara tapi juga air, sehingga tekanan itu bisa mendorong piston dengan sangat besar dan bisa menyebabkan setang piston bengkok," jelas Wahidin.

Selain dari banjir, saat mencuci mobil bertekanan tinggi ke meisin, Wahidin menekankan jangan menyemprotkan air bertekanan tinggi yang langsung mengarah ke mesin, karena dapat menyebabkan water hammer.

Baca Juga: Mobil Terobos Banjir Berisiko Turun Mesin Daripada Hanya Terendam, Ini Alasannya

 

"Pernah saya temui masalah water hammer, dia (customer) katanya enggak pernah terobos banjir, ternyata begitu diselidiki karena abis cuci mobil tapi caranya salah, dia menyemprotkan air bertekanan tinggi ke mesin sampai air masuk ke ruang pembakaran," katanya.

2. Overheat

Ilustrasi mobil mengalami overheat
Abdul Aziz Masindo/Otoseken.id
Ilustrasi mobil mengalami overheat

Engine overheat atau panas berlebih pada mesin dialami oleh mobil yang bermasalah dengan sistem pindingin (radiator), termasuk thermostat dan water pump.

Sistem pendingin yang sudah tidak optimal biasanya karena adanya kebocoran di sistem radiator  atau terkena benturan.

"Connecting rod bisa rusak karena overheating, karena panas berlebih jadi bengkok," terang Wahidin saat diwawancarai.

Untuk itu selalu cek volume air radiator atau coolant, apakah ada kebocoran atau tidak, jika indikator radiator menyala di panel instrumen atau menunjukkan huruf H artinya ada yang salah dengna sistem pendinginan mesin.

Baca Juga: 5 Penyebab Mesin Mobil Mengalami Overheat dan Tips Perawatannya

Editor : ARSN

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id




KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa