Otoseken.id - Viral di Media Sosial TikTok, memperlihatkan mobil LCGC merek Toyota Agya berwarna hitam dipaksa jadi RWD (Rear Wheel Drive) alias berpenggerak roda belakang.
Dalam video yang diposting melalui akun TikTok @risris_hidayat, tampak mobil Toyota Agya berwarna hitam berusaha menanjak di medan tanah yang licin.
Memang salah satu kelemahan mobil berpenggerak depan atau Front Wheel Drive (FWD) adalah pada saat menanjak, sebab distribusi bobot yang lebih berat pada saat menanjak lebih ke bagian belakang, sehingga kerap kali ban depan yang dimana sebagai penggerak kehilangan cengkraman yang kemudian terjadi spin.
Dalam video yang diunggah akun TikTok @risris_hidayat tersebut, pengemudi Agya bermaksud supaya roda depan sebagai penggerak tidak kehilangan cengkraman, sehingga dipilih lah menanjak dengan cara mundur.
@risris_hidayat Balas @yasirlana_umurona ♬ DJ ANGEL BABY JEDAG JEDUG FULL BEAT - DjKomangRimex
Video viral yang ditonton lebih dari 1,5 juta views ini dapat beragam tanggapan dari warganet, banyak yang memuji aksi pengemudi Agya tersebut dan adanya yang merasa terhibur.
"idenya masuk akal juga ya,makasih ilmunya bang," tulis akun @ipunx dragster
"ide yg bagus," tambah akun @Regambem
"mantap bang menghibur," tuis akun @Taufik Hermawan427
Lantas hal ini menimbulkan pertanyaan, menanjak dengan cara seperti itu apakah aman?
Menurut Sony Susmana, pendiri sekaligus Senior Instructor di Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) memberikan pendapatnya, menurutnya cara tersebut memang bisa mendapatkan traksi.
"Memang banyak cara ketika kendaraan tidak bisa nanjak, sebagian melakukan rekayasa momentum, ditarik sampai ada yang dengan cara berjalan mundur," buka Sony Susmana saat dihubungi Otoseken.id.

"Berjalan mundur tujuannya memindahkan titik daya dorong FWD ke belakang, sehingga kendaraan memiliki traksi ketika ditanjakan dan ketika berjalan mundur gear-nya kendaraan rata-rata lebih besar jadi untuk nanjak lebih kuat," lanjut Sony.
Namun menurut Sony, cara tersebut harus dilakukan dengan pengemudi yang memiliki jam terbang yang baik dan dilakukan secara terukur.
"Pertanyaannya apakah aman? selama pengemudinya miliki jam terbang yang baik, melakukan observasi yang benar dan terukur (tidak agresif) harusnya aman," tegasnya.
"Karena yang namanya mengemudi itu pengemudi harus trampil, tidak hanya maju tapi juga mundur dan tidak hanya flat, tetapi menanjak atau menurun," tutup Sony Susmana, pendiri sekaligus Senior Instructor di Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI)
Baca Juga: Setelah Xpander Viral, SUV RWD Toyota Fortuner Juga Gagal Nanjak, Kok Bisa?
Editor | : | ARSN |
KOMENTAR