Otoseken.id - Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mewajibkan uji emisi kendaraan untuk memberikan dampak yang baik bagi lingkungan dan keshatan kendaran.
Hal ini dilakukan untuk mendukung implementasi Peraturan Gurbernur (Pergub) Nomor 66 Tahun 2020 mengenai penciptaan langit biru Jakarta dengan mengatur emisi yang dihasilkan dari kendaraan.
Meskipun sampai artikel ini ditulis belum diterapkan sanksi tilang bagi kendaraan yang tak lulus uji emisi, tapi jika emisi gas buang mobil bekas terasa perih di mata, artinya ada yang salah dengan kesehatan mesin mobil Anda.
Otoseken mengunjungi bengkel Bansae Tire Point di Cakung, Jakarta Timur untuk mencari tahu apa penyebab emisi gas buang mobil terasa perih di mata.
/photo/2021/01/20/1056362903.jpg)
Baca Juga: Syarat Lulus Uji Emisi Gas Buang, Beda Usia Mobil Beda Ambang Batasnya
"Parameter uji emisi kan ada 2, CO dan HC, kalau kita berangkat dari segitiga api kan ada 3 unsur, dari pengapian itu sendiri, bahan yang dibakar atau BBM, kemudian udara," buka Sumarno teknisi Bansae Tire Point yang dikutip dari Youtube Otoseken.
Nah kalau emisi gas buang mobil yang terasa pedih di mata kata Marno ada 2 paramater penyebabnya.
"Asap knalpot pedih di mata dan baunya menyegat itu parameternya ada 2, bisa karena pembakaran yang tidak sempurna, yang kedua karena sulfur dari katalitiknya sudah tinggi, jadi menyengat," kata Marno.
Marno menjelaskan, untuk parameter yang pertama, pembakaran yang tidak sempurna banyak faktornya, mulai dari filter udara sampai sistem pengapian.
"Filter udara kotor, isapan udara sedikit, otomatis bensin akan lebih banyak di ruang bakar, efeknya HC (hidrokarbon) akan tinggi, karena pembakarannya tidak optimal membakar bensin di ruang bakar," jelas Marno.
"Kemudian faktor yang lain dari sisem pengapian, sistem pengapian juga berpengaruh besar misalnya busi tidak bagus, jadi pembakarannya tidak optimal," lanjutnya.
/photo/2021/09/07/2631558415jpeg-20210907093827.jpeg)
Kemudian unsur yang ketiga soal bahan bakar.
"Kita masuk dari sisi bensinnya itu juga berpengaruh, pertama bensinnya sesuai rekomendasi pabrikan atau enggak, kedua injektornya bagus atau enggak, kalau injektornya mampat dan tidak homogen, itu bisa HC-nya tinggi," ujarnya.
"Ketiga ada lagi fuel pressure regulator yang fungsinya untuk mengatur tekanan injektor sesuai standar pabrikan, jadi kalau dia melemah, tekanan (injektor) bisa turun, nanti kita pakai alat jadi ketahuan tekananya turun dan tidak sesuai dari pabrikan," lanjutnya.
Nah untuk lebih jelasnya, tonton video lengkapnya di channel youtube otoseken melalui link ini atau video di bawah sini:
Baca Juga: Cara Bikin Mobil Bekas Umur 5 Tahun Bisa Lulus Uji Emisi, Begini Kiatnya
Posted : Jumat, 10 Desember 2021 | 14:59 WIB| Last updated : Senin, 4 September 2023 | 10:51 WIB
Editor | : | ARSN |
Sumber | : | Youtube Otoseken |
KOMENTAR